Kembali ke Portal Berita
PP PERTINA

Waketum Pertina Ungkap Sulitnya Mencari Bibit Petinju Kelas Berat, Gizi jadi Faktor Krusial

Waketum Pertina Ungkap Sulitnya Mencari Bibit Petinju Kelas Berat, Gizi jadi Faktor Krusial

WAKIL Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) sekaligus mantan Director of IBA, Shelly Selowati H. Soejono, mengungkapkan bahwa selama ini pembinaan tinju di berbagai daerah menghadapi kendala serius dalam menemukan atlet kelas berat. Meskipun Indonesia memiliki stok petinju yang melimpah di kelas ringan, mencari calon atlet dengan potensi fisik, postur, dan tinggi badan yang sesuai untuk kelas berat masih menjadi tantangan besar.

Kelas Tinju

 

Temukan lebih banyak

 

“Dalam tinju, kelas pertandingan ditentukan berdasarkan berat badan. Namun, untuk kelas berat, kami juga melihat postur dan tinggi badan sebagai bagian dari potensi atlet. Dari pengalaman pembinaan, mencari bibit kelas berat yang baik masih menjadi tantangan bagi kami,” ujar Shelly, dalam keterangan resmi, (25/10).

 

Karea itu, ia menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap program ini menjadi solusi jangka panjang bagi tantangan sulitnya mencari bibit petinju kelas berat di Indonesia.Shelly

Kelas Tinju

 

Baca juga : Tyson Fury Isyaratkan Duel Lawan Anthony Joshua Segera Diumumkan

Tantangan di Sektor Putra dan Putri

Menurut Shelly, kebutuhan akan bibit kelas berat ini berlaku baik untuk atlet putra maupun putri. Bahkan, pencarian petinju kelas berat putri menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Padahal, kelas-kelas tersebut menyimpan peluang prestasi internasional yang sangat terbuka jika dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa tumbuh kembang seorang atlet sangat dipengaruhi oleh asupan gizi sejak dini, selain faktor kesehatan, latihan, dan pendampingan yang tepat. Oleh karena itu, mereka memandang program MBG sebagai investasi penting bagi masa depan olahraga nasional.

“Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, kami berharap program ini membawa manfaat bagi anak-anak. Kami merasakan langsung sulitnya mencari bibit petinju kelas berat. Semoga dukungan gizi yang baik dapat membantu tumbuh kembang anak dan, dalam jangka panjang, membuka lebih banyak peluang bagi mereka yang memiliki potensi menjadi atlet,” tambahnya.

Kelas Tinju

 

Baca juga : Oleksandr Usyk Lepas Semua Sabuk Juara Dunia Kelas Berat

Pembinaan Akar Rumput dan Regenerasi

Meski gizi menjadi faktor krusial, Shelly mengingatkan bahwa MBG bukan satu-satunya penentu lahirnya atlet berprestasi. Potensi olahraga anak-anak tetap harus dikenali dan dikembangkan melalui pembinaan yang terencana sesuai usia dan kondisi masing-masing.

Sebagai organisasi yang membina tinju dari tingkat akar rumput, ia mengatakan mereka berkomitmen menggunakan jaringan daerahnya untuk menemukan dan mengembangkan bakat-bakat baru. Shelly mengapresiasi capaian medali atlet Indonesia di ajang seperti SEA Games, namun ia menegaskan pentingnya regenerasi di seluruh kelas pertandingan.

“Prestasi yang sudah diraih tentu membanggakan. Namun, pembinaan juga harus terus berjalan dan menjangkau kelas-kelas yang bibitnya masih terbatas. Kami berharap semakin banyak anak Indonesia tumbuh sehat, lalu mendapat kesempatan untuk mengenali dan mengembangkan potensinya,” jelas Shelly.

Menutup pernyataannya, Shelly mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap isu gizi anak. Ia berharap kebijakan ini berjalan beriringan dengan penguatan infrastruktur pembinaan olahraga di berbagai daerah guna mencetak generasi emas Indonesia di ring tinju dunia.

Cari Vitamin

 

Dipublikasikan Oleh Media Media Indonesia • 25 Oktober 2026
Kunjungi Sumber Berita